Selalu Mendapat Pujian Dunia Internasional, Wiranto Bingung Jokowi Selalu Dihujat di Indonesia

Selalu Mendapat Pujian Dunia Internasional, Wiranto Bingung Jokowi Selalu Dihujat di Indonesia


Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto baru-baru dini didaulat untuk berpidato membuka silaturahim nasional Junior Chamber International (JCI) Indonesia 2017 di Hotel Sahid. Dalam kesempatan itu ia mengatakan jika pemerintah berusaha sekuat tenaga untuk membangun basis ekonomi demi mewujudkan visi masyarakat yang adil dan makmur.

"Adil dan makmur itu sulit dicapai. Adil dalam kemakmuran itu tidak mudah. Setiap Presiden selalu ingin menciptakan adil dan makmur. Pemerintah ingin membangun basic ekonomi baru, sementara ekonomi dunia sedang tidak begitu baik" ujarnya.

Wiranto menambahkan jika Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan tentang kesenjangan sosial yang ada. Pemerintahan yang dipimpinnya terus berusaha untuk mengimplementasikan visi misi dalam Nawacita dalam konsep pembangunan.

Bahkan kinerja Jokowi kerap kali mendapat pujian dunia Internasional. Namun hal tersebut rupanya berbanding terbalik dengan respon yang didapatnya di dalam negeri.

"Presiden Jokowi itu dipuji dunia internasional. Tapi di dalam negeri kok dihujat? Dibilang banyak hutang, diktator dan tidak demokratis" jelasnya.

Ia menjelaskan jika kinerja Jokowi tersebut tercermin dari pembangunan di daerah pinggiran baik hingga di luar Pulau Jawa. Selain itu Jokowi juga berupaya mewujudkan sinergi antara pengusaha dan konglomerat UMKM.

"Sedang digodok konsepnya itu seperti apa. Ada kemauan yang kuat pemerintah untuk wujudkan masyarakat adil dan makmur" jelas Wiranto.

Pemerintah juga mengurangi regulasi yang dianggap bisa menghambat investasi dalam negeri. "Dalam setiap rapat, presiden selalu mengingatkan, pangkas izin yang tidak perlu. Percepat izin investasi yang berbulan-bulan. Kalau perlu sejam selesai," pungkasnya.
Tag : nasional
0 Komentar untuk "Selalu Mendapat Pujian Dunia Internasional, Wiranto Bingung Jokowi Selalu Dihujat di Indonesia"

Back To Top