Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, lewat akun Twitternya menyatakan bahwa ia memiliki tombol nuklir yang lebih besar dari milik pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Cuitan Trump itu sebagai balasan dari pernyataan Kim Jong-un yang menyatakan tombol nuklir berada di meja kerjanya.
Terkait hal tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan cuitan Trump bermaksud untuk memperingtkan Jong-un jika Washington tetap waspada dan siap untuk kemungkinan apapun. Selain itu, pernyataan Trump juga memperjelas risiko dari kebuntuan nuklir.
"Saya pikir (Trump) selalu harus 'menjaga Jong-un di jari kakinya'. Sangat penting bahwa kita tidak pernah membiarkan dia begitu sombong sehingga dia tidak menyadari kenyataan apa yang akan terjadi jika dia memulai perang nuklir," tutur Haley saat ditanya dalam program "This Week" ABC.
Haley mengatakan Korut harus tahu bahwa AS tidak akan pernah mengurangi tekanan pada diktator muda tersebut.
"Kami tidak akan membiarkan mereka berjalan dan mendramatisir fakta bahwa mereka memiliki sebuah tombol tepat di meja mereka dan mereka bisa menghancurkan Amerika," katanya.
"Kami ingin selalu mengingatkan mereka bahwa kami juga bisa menghancurkan Anda, jadi berhati-hatilah dan hati-hati dengan kata-kata Anda dan apa yang Anda lakukan," tukasnya.
Trump secara teratur mencela Kim di media sosial dan dalam pidato dengan nama "Rocket Man" atau "Little Rocket Man". Dia juga secara konsisten menyiratkan bahwa hanya tindakan militer yang akan bekerja melawan Korea Utara.
Pada bulan Agustus, dia mengatakan bahwa ancaman dari Pyongyang akan dipenuhi dengan api dan kemarahan seperti dunia tidak pernah terlihat. Sedangkan pada bulan Oktober, presiden mengatakan bahwa berbicara dengan Korut akan menjadi "pemborosan waktu" untuk Menteri Luar Negerinya, Rex Tillerson.
Tag :
Internasional


0 Komentar untuk "Haley: Trump Ingin Kim Jong-un 'Berada di Jari Kakinya'"