Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson menyatakan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang pemerintah Suriah, jika ada bukti senjata kimia sedang digunakan terhadap warga sipil.
Johnson mengatakan, ia berharap Inggris dan negara-negara Barat lainnya tidak berdiam diri jika terjadi serangan senjata kimia di Suriah. Dia lalu menyuarakan dukungan untuk serangan terbatas jika ada bukti yang tak terbantahkan mengenai keterlibatan pemerintah Suriah dalam serangan menggunakan senjata kimia.
"Jika kita tahu bahwa ini telah terjadi, dan kita dapat menunjukkannya, dan jika ada usulan tindakan di mana Inggris bisa berguna, maka saya pikir kita harus mempertimbangkannya secara serius," kata Johnson.
"Apa yang perlu kita tanyakan pada diri kita sebagai sebuah negara dan apa yang dibutuhkan Barat untuk kita tanyakan pada diri sendiri, dapatkah kita membiarkan penggunaan senjata kimia, penggunaan senjata ilegal ini untuk tidak diperbaiki, tidak dilarang, tidak dihukum," sambungnya.
Namun, dia memperingatkan bahwa ada sedikit keinginan yang berlebihan dari internasional untuk melakukan tindakan militer yang berkelanjutan terhadap rezim Suriah.
"Orang-orang mendengarkan kami dan apa yang terjadi di Ghouta timur tidak bisa menjadi gagasan bahwa Barat akan melakukan intervensi untuk mengubah peluang secara dramatis sesuai keinginan mereka," katanya.
Pemerintah Suriah telah berulang kali menolak tudingan pengunaan senjata kimia dan mengatakan bahwa pihaknya hanya menargetkan pemberontak bersenjata dan militan.
Tag :
Internasional


0 Komentar untuk "Ikuti Langkah AS, Inggris Akan Turut Bombardir Pasukan Suriah"