Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Prancis bersekongkol dengan teroris dengan menjamu mereka di Istana Elysee. Tuduhan muncul setelah Paris menjadi salah satu pengkritik operasi militer Ankara terhadap kelompok YPG Kurdi di Afrin, Suriah.
Kelompok YPG Kurdi telah dianggap Turki sebagai organisasi teroris. Namun, kelompok itu menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) dalam memerangi kelompok ISIS di Suriah. Sedangkan Ankara dan Washington merupakan sekutu di keanggotaan NATO.
Pada 30 Maret 2018, Presiden Emmanuel Macron bertemu dengan delegasi Suriah termasuk petinggi YPG dan tokoh-tokoh dari PYD (sayap lengan politik YPG). Dalam pertemuan itu, Macron menjanjikan dukungan Prancis untuk membantu menstabilkan Suriah utara dengan melawan ISIS.
Pemerintah Turki menyatakan janji dukungan untuk YPG bisa menjadikan Prancis sebagai target Ankara.
"Anda tidak akan bisa menjelaskan hal ini. Anda tidak akan bisa melepaskan diri dari beban teror ini. Selama Barat memelihara para teroris ini, Anda akan tenggelam," kata Erdogan.
Perancis, seperti halnya Amerika Serikat, telah memberikan bantuan senjata dan pelatihan kepada milisi yang dipimpin YPG Kurdi dalam perang melawan ISIS. Prancis diyakini memiliki lusinan anggota pasukan khusus yang berbasis di wilayah basis YPG Kurdi yang telah membuat Turki marah.
Operasi militer Turki terhadap YPG Kurdi di Afrin sudah berlangsung sejak bulan lalu. Macron menjadi salah satu dari para pemimpin internasional yang mengkritik operasi militer tersebut.
Kendati demikian, Ankara berharap para sekutunya di NATO memindahkan pasukan mereka keluar dari wilayah operasi militer Turki.
Tag :
Internasional


0 Komentar untuk "Erdogan Tuduh Prancis Sekongkol dengan Teroris"