Kecam AS dan Inggris, Rusia Bilang Perang Dingin Punya Aturan

Kecam AS dan Inggris, Rusia Bilang Perang Dingin Punya Aturan


Rusia mengecam retorika Amerika Serikat (AS), Inggris dan negara-negara Barat terhadap Moskow terkait dugaan serangan racun yang dialami mantan agen ganda Kremlin Sergei Skripal. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan hubungan Moskow dan Barat kini lebih buruk daripada saat Perang Dingin.

"Ada banyak pembicaraan bahwa situasinya lebih buruk daripada saat Perang Dingin klasik, karena beberapa aturan dan kebiasaan (dalam Perang Dingin) diikuti," kata Lavrov.

Menurut diplomat Moskow itu, Inggris, AS dan negara-negara Barat lainnya sudah meruntuhkan semua kesopanan."Menyebarkan kebohongan dan disinformasi secara terang-terangan," ujarnya.

Skripal mantan intelijen Moskow yang berkhianat ke London dan putrinya, Yulia Skripal, ditemukan tak sadarkan diri di sebuah bangku di kawasan Salisbury, Inggris selatan, 4 Maret 2018. London menuduh mereka diserang racun saraf Novichok yang didalangi Moskow.

Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan Inggris tersebut dan menuntut bukti. Namun, London mengabaikan bantahan Kremlin dan hingga kini tak menyodorkan bukti atas tuduhan tersebut.

Kasus Skripal ini pertikaian diplomatik terburuk antara London dan Moskow. Kedua negara telah saling usir diplomat.

AS dan negara-negara Barat sekutu NATO kompak membela Inggris dengan mengusir para diplomat Rusia.

Lavrov menegaskan kembali bahwa semua tuduhan tersebut harus didukung oleh fakta. Ketika sebuah negara tidak memiliki fakta, ujar dia, negara tersebut mendepak para diplomat yang sebenarnya bertugas memperbaiki hubungan.

Lavrov juga menuduh Inggris dan AS bertindak kekanak-kanakan ketimbang memberikan bukti. Moskow sebelumnya menyerukan pertemuan para pengawas senjata kimia PBB, OPCw, pada 2 April 2018. Pertemuan itu bisa menghasilkan pembicaraan jujur tentang kasus Skripal. Sayangnya, Inggris tidak tertarik dengan usulan Moskow itu.
0 Komentar untuk "Kecam AS dan Inggris, Rusia Bilang Perang Dingin Punya Aturan"

Back To Top